Ulat Bulu Mulai Usik Pariwisata Bali


DENPASAR- Serangan ulat bulu yang telah meluas di 8 Kabupaten/Kota di Bali, perlahan mulai mengusik ketenangan wisatawan asing yang khawatir bisa mengancam kesehatan mereka selama berlibur di Pulau Dewata.

Jika sebelumnya Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, saat mengunjungi Pantai Kuta, menegaskan jika isu ulat bulu tidak berpengaruh terhadap kepariwisataan di Bali, keadaan berbeda justru dinyatakan pejabat Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Bagus Subhiksu.

“Wartawan Media Perancis malah langsung menelpon saya, menanyakan soal wabah ulat bulu yang ada di Bali, ” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bali Ida Bagus Subhiksu di Denpasar, Senin (18/04/2011).

Subhiksu lalu menjelaskan, kondisi ulat bulu di Bali belum separah di Jawa dan kemunculannya di sejumlah titik sudah bisa diatasi. “Saya katakan sejauh ini, belum ada ulat bulu ditemukan di sekitar obyek wisata,” katanya menambahkan.

Ia menilai, dengan pertanyaan kalangan wisman tersebut, menunjukkab bahwa mereka memiliki perhatian, dengan persoalan yang dihadapi Bali. Untuk itu, semua komponen masyarakat di Bali, harus tanggap dengan mengambil langkah-langkah tepat dalam merespons setiap perkembangan yang terjadi.

Subhiksu lanjut membandingkan dengan peristiwa yang pernah terjadi di Bali, yang diserang bakteri Legionela. Isu tersebut bisa diredam setelah 9 turis Australia membuat pernyataan di konsulat, bahwa mereka tidak terlalu khawatir dengan masalah kesehatan setelah datang ke Bali.

“Kejadian seperti itu bisa saja, menimpa daerah lain, sehingga mereka sendiri yang berjanji akan kembali datang ke Bali, ” tegasnya.

Disinggung dampak tulisan Majalah Time yang menyoroti buruknya kondisi kepariwisataan di Bali, Subhisku meyakini, tidak terlalu berpengaruh signifikan.

“Kedatangan turis normal berkisar 7.000 orang perhari,” tandasnya. Meksi begitu, dengan adanya tulisan media asing itu, akan dijadikan sarana introspeksi dan motivasi semua kalangan di Bali untuk mengantisipasi permasalahan seperti yang dituliskan Majalah Time.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: