Pekerja Keras Hidup Lebih Lama


SESEORANG yang bekerja 10 atau 11 jam per hari bisa disebut sebagai pekerja keras. Selama ini para pekerja keras disebut-sebut lebih besar menghadapi kemungkinan menderita penyakit serius, dibandingkan dengan mereka yang berhenti kerja setelah tujuh jam. Namun kini, penelitian terbaru menyebutkan sebaliknya.

Kesimpulan ini ditemukan oleh para ilmuwan dari University of California, Riverside. Tim psikolog di bawah bimbingan Profesor Friedman telah menyelidiki selama 20 tahun mengenai tipe kepribadian memengaruhi harapan hidup.

1,5 ribu anak berbakat berusia sekira 10 tahun, menjadi peserta penelitian pada tahun 1921. Ilmuwan dari beberapa generasi telah mempelajari hidup mereka selama 70 tahun. 20 tahun berikutnya diminta untuk sepenuhnya menganalisis data yang diperoleh. Dan beberapa hasil ternyata cukup tak terduga.

Ini adalah tiga slogan yang mereka anut, “Jangan khawatir, santai, jangan bekerja terlalu keras”. Meskipun banyak pekerja konsentrasi pada pekerjaannya, bahkan disertai dengan stres, namun ternyata cukup meningkatkan kesempatan untuk memiliki hidup yang panjang dan bermakna, dibandingkan dengan mereka yang berusaha untuk tidak bekerja terlalu keras. Demikian yang dinukil dari Genius Beauty, Sabtu (16/4/2011).

Para ilmuwan terkejut mendapatkan keteraturan yang konsisten: anak-anak, yang orangtuanya bergegas untuk mengirim mereka ke sekolah sebelum waktunya, hidup kekurangan materi dari rekan-rekan mereka, yang punya cukup waktu untuk bermain.

Hal ini juga dapat dianggap sebagai fakta ilmiah yang membuktikan bahwa keinginan untuk menolong orang lain adalah kebiasaan yang benar-benar sehat. Hal ini bahkan lebih efektif memperpanjang hidup dan meningkatkan kualitas, daripada dikelilingi dengan cinta dan senang berbagi dengan seseorang dan semakin dekat, bahkan tidak lagi menjadi nasihat biasa tentang meningkatkan kebiasaan makan seseorang.

“Dalam hal umur panjang bergantung pada ide-ide yang populer saat ini tentang pentingnya benar menggabungkan Omega 3 dan Omega 6, kita kehilangan sesuatu yang jauh lebih penting. Gaya hidup sehat pasti penting, tetapi ada hal yang lebih mendasar, ” kata Profesor Friedman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: