Trik Aman Berdamai dengan si Bad Mood

BERURUSAN dengan orang yang sedang dilanda “bad mood” sangatlah tidak mudah. Tak jarang, Anda pun bakal kena semprot akibat “bad mood” yang sedang menyerangnya.

Pernah merasakan “mood” yang tiba-tiba menurun saat rutinitas sedang berlangsung? Tentu sangat tidak enak. Apalagi perasaan yang dirasakan sangat bergejola, tidak stabil dan cenderung sensitif bersinggungan dengan siapapun yang berada di sekitar Anda.

Nah, sekarang bagaimana jika kondisinya berbalik. Anda yang berhubungan dengan orang yang sedang dilanda “bad mood” tersebut. Pasti sangat mengesalkan. Tapi tak perlu pesimis dulu, dengan sedikit trik Anda bisa selamat dari amukan amarahnya. Sheknows membagi tipnya untuk Anda.

Tinggalkan dia sendiri

Ketika Anda sedang dalam suasana hati yang buruk, kemungkinan besar Anda merasa seperti tidak ingin bersinggungan dengan orang di sekitar Anda sementara waktu. Nah, sama halnya ketika serangan tersebut sedang melanda pasangan. Jadi ketika dia sedang terserang bad mood, berikan dia ruang lebih untuk menstabilkan mood-nya terlebih dulu. Dalam keadaan tak stabil tersebut, dia memerlukan waktu untuk seorang diri sebelum akhirnya memulai kembali perbincangan dengan Anda.

Jangan memulai perseteruan

Kuncinya, Anda hanya perlu melakukan hal terbaik dengan menunggu mood-nya stabil kembali sehingga tidak mengganggu Anda. Jadi, kalau biasanya Anda mengomel setiap hari untuk hal yang sepele, seperti tentang tradisi membuang sampah atau menyuruhnya untuk menelpon sang mama pada hari ulang tahunnya, maka untuk sementara waktu jangan dulu libatkan dirinya dalam kebiasaan tersebut. Tahan keinginan untuk berbincang dengannya sementara waktu sampai dia merasa lebih baik.

Jangan tersinggung

Jangan menganggap bahwa suasana hati buruk yang sedang melanda pasangan Anda adalah representasi kekesalan nyata terhadap kesalahan Anda. Jangan mengambil hati atas kalimat kasar yang tertuju pada Anda. Dalam suasana hati yang tidak stabil, tentu perkataan yang terlontar cenderung kasar. Karenanya, jangan pernah tersinggung atas apa yang dilontarkannya pada Anda. Itu hanyalah pengaruh dari ketidakstabilan emosi yang sedang membelenggu hatinya. Sebaiknya jangan pula memaksa dirinya untuk bercerita tentang penyebab suasana buruk di hatinya. Jadi, biarkan dirinya balik ke titik normal terlebih dahulu dan kemudian dia berinisiatif membagi cerita dengan Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: