Orang Religius Cenderung Gemuk

SEBUAH studi baru yang disajikan pekan ini menunjukkan hubungan antara kegiatan keagamaan dan berat badan. Orang taat beragama cenderung menjadi gemuk.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti di Northwestern University menemukan bahwa orang dewasa muda yang sering menghadiri kegiatan keagamaan cenderung jauh lebih gemuk daripada mereka yang tidak.

“Temuan utama kami adalah bahwa orang-orang dewasa muda dengan partisipasi tinggi pada kegiatan keagamaan 50 persen cenderung menjadi gemuk pada usia pertengahan (30-an) dibandingkan mereka yang tidak berpartisipasi pada usia yang sama,” kata Matthew Feinstein, peneliti utama studi yang merupakan seorang mahasiswa kedokteran tahun keempat di Northwestern University Feinberg School of Medicine.

“Hal tersebut benar adanya bahkan setelah kami sesuaikan dengan variabel, seperti usia, ras, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, dan nilai indeks massa tubuh,” tambahnya, seperti dilansir dari MSN, Selasa (29/3/2011).

Studi—yang dipresentasikan pada pertemuan American Hearth Association—diikuti 2.433 pria dan wanita usia 20-32 selama 18 tahun. Semua subjek penelitian memiliki berat badan normal pada awal penelitian.

Pada akhirnya, seperti telah disimpulkan, mereka yang telah menghadiri kegiatan agama setidaknya sekali sepekan lebih cenderung menjadi gemuk, dengan indeks massa tubuh 30 poin atau lebih tinggi.

Penelitian sebelumnya oleh Northwestern Medicine telah menemukan korelasi antara partisipasi dalam kegiatan keagamaan dengan obesitas pada usia pertengahan dan manula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: